IDN Hari Ini, Tulungagung – Sebanyak 600 guru jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) penguatan guru sekolah dasar (SD) Inklusif untuk mengoptimalkan pengetahuan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang di gelar dalam tiga sesi.
Bimtek pendidikan inklusif tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, di aula Kantor Disdik Kabupaten Tulungagung. Kegiatan berlangsung selama 3 hari, dimulai pada Selasa (21/11/2023) dan berakhir pada Sabtu (25/11/2023).
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Disdik Tulungagung, Suharni Senen mengungkapkan, penguatan guru dan penambahan pengetahuan terhadap guru terkait pendidikan inklusif perlu dilakukan mengingat keberadaan ABK yang sebarannya hampir merata di Kabupaten Tulungagung
“Mengacu pada laporan satuan pendidikan yang ada di Kabupaten Tulungagung ternyata keberadaan siswa ABK hampir merata. Untuk menjawab fakta itu, kami kembali menggelar bimtek penguatan guru SD inklusif,” katanya, Selasa (21/11/2023).
Dijelaskan olehnya, khusus dalam bimtek selama tiga hari ini, pihaknya menghadirkan tenaga pendidik dari lembaga pendidikan dasar di Kota marmer.
Dipaparkan Suharni, pada gelaran Bimtek masing-masing peserta menerima 3 materi dasar. Materi tersebut meliputi materi pengenalan ABK, mekanisme pembelajaran ABK, hingga evaluasi pembelajaran ABK.
Setelah mengikuti Bimtek pendidikan inklusif, Suharni berharap agar guru dapat menerapkan ilmu yang diperoleh kepada peserta didik difabel yang ada di sekolahnya. Poin akhir yang ingin dicapai, kesetaraan proses pendidikan bagi semua generasi penerus bangsa.
“Melalui bimtek ini, kami secara khusus berharap agar tidak ada disparitas pendidikan bagi generasi penerus bangsa. Olehnya usai menjalani bimtek, semua tenaga pengajar dapat langsung menerapkan ilmu yang didapat ketika kembali ke sekolah,” pungkasnya. (lg/tla)









