Sidik Dugaan Korupsi Sewa Pesawat Rp 5 Miliar, Kejari Kota Tangerang Naikkan Status Perkara

IDN Hari Ini, Tangerang– Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang, Banten, menggencarkan langkah hukum terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek penyewaan pesawat terbang senilai Rp 5 miliar di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, Pradhana Probo Setyarjo, langsung mengambil gebrakan dengan meningkatkan status perkara dari penyelidikan ke penyidikan.

Langkah tegas ini diambil setelah tim penyidik menemukan bukti permulaan yang cukup untuk melanjutkan proses hukum hingga ke tahap persidangan.

Keputusan tersebut resmi dituangkan dalam Surat Perintah Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tangerang Nomor: PRIN-410/M.6.11/Fd.2/05/2026 yang terbit pada Kamis, 21 Mei 2026.

Fokus Penyidikan ke PT Angkasa Pura Kargo

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penyelidikan dan penyidikan kasus ini difokuskan pada manajemen PT Angkasa Pura Kargo (PT APK). Perusahaan ini diketahui telah bertransformasi dan berganti nama menjadi InJourney Aviation Services (IAS).

IAS merupakan sub-holding serta hasil transformasi dari sembilan anak perusahaan di bawah naungan PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura II, dan Garuda Indonesia. Kini, perusahaan tersebut berfokus pada penyediaan jasa pendukung aviasi terintegrasi, meliputi pengelolaan fasilitas bandara, layanan hospitality (lounge bandara), properti, hingga logistik.

Status Hukum Dinaikkan ke Penyidikan

Kenaikan status perkara dari penyelidikan ke penyidikan menandakan bahwa aparat penegak hukum telah mengantongi minimal dua alat bukti yang cukup.

Dengan status baru ini, penyidik berwenang melakukan pemanggilan, pemeriksaan saksi dan tersangka, serta berpotensi melakukan penahanan jika diperlukan.

Hingga berita ini diturunkan, Pradhana Probo Setyarjo belum memberikan keterangan rinci terkait pihak-pihak yang akan diperiksa. Namun, Kejari Kota Tangerang memastikan proses berjalan profesional dan transparan.

“Kami akan bekerja maksimal mengusut tuntas dugaan korupsi ini, mengingat nilai kerugian negara mencapai miliaran rupiah,” ujar salah satu sumber internal kejaksaan.

Perkembangan lebih lanjut terkait kasus ini akan terus dipantau. (T-Red)

Share :

Baca Juga

Cirebon

Polresta Cirebon Launching Tim Patroli Gabungan

Cirebon

Ribuan Personel Gabungan Siap Amankan Pilwu Serentak 2023 di Kabupaten Cirebon 

Tangerang Raya

Diduga Langgar Aturan Parkir di Tangsel, Mataer Parking Beri Konfirmasi

Daerah

Kapolres Humbahas Komitmen Benahi Internal dan Tuntaskan Kasus Belum Terungkap

Tangerang Raya

Soft Opening Rumah Sakit Umum (RSU) TIARA KASIH SEJATI Dimeriahkan Dengan Acara Marawis Serta Santunan Anak Yatim Piatu

Daerah

Klarifikasi Tudingan di Medsos, Polres Nias Tegaskan Penyidikan Sudah Sesuai SOP

Cirebon

Polresta Cirebon Kerahkan 1268 Personel untuk Amankan Pemilu 2024

Daerah

Pemkab Humbahas Hadiri Rakornas Percepat Pengembangan Lima DPSP 2024 Borobudur Jawa Tengah