Home / Daerah / Jateng / Metropolitan / Nasional / Regional / Sosial / Sumut / Wonosobo

Senin, 18 Mei 2026 - 19:30 WIB

Yayasan SARI Bentuk Kelompok Pekerja Migran Mekarsari di Desa Perluasan Desbumi Wonosobo

IDN Hari Ini, Wonosobo– Social Analysis and Research Institute (SARI) bersama Pemerintah Kabupaten Wonosobo bekerja sama dengan Migrant CARE terus memperkuat perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan keluarganya melalui Program Inklusi Kemitraan Australia–Indonesia Menuju Masyarakat Inklusif.

Program tersebut bertujuan mendorong penguatan pekerja migran dan kelompok rentan lainnya melalui pengembangan Desa Peduli Buruh Migran (Desbumi) di Kabupaten Wonosobo.

Hingga saat ini, program telah berjalan di 13 kelompok Desbumi yang tersebar di sejumlah kecamatan di Wonosobo.

Ketua SARI, Tri Ananto mengatakan, keberadaan Desbumi sangat penting dalam membangun migrasi aman dan perlindungan menyeluruh bagi pekerja migran, mulai dari pra-penempatan, masa penempatan di luar negeri, hingga pasca penempatan saat kembali ke daerah asal.

“Desbumi hadir sebagai kolaborasi antara pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan komunitas pekerja migran untuk memastikan perlindungan buruh migran dimulai dari desa,” ujarnya dalam kegiatan pembentukan Kelompok Mekarsari.

Menurutnya, Desbumi memberikan berbagai layanan bagi masyarakat, mulai dari layanan migrasi aman, informasi, pendataan PMI dan keluarganya, layanan dokumen, hingga layanan pengaduan kasus.

Selain itu, Desbumi juga mendorong pemberdayaan ekonomi bagi purna migran melalui pembentukan komunitas pekerja migran dan keluarganya serta mendorong lahirnya Peraturan Desa (Perdes) perlindungan buruh migran.

Dalam upaya memperluas jangkauan program, SARI bersama Pemerintah Kabupaten Wonosobo dan Migrant CARE, dengan dukungan Program Inklusi, akan melakukan replikasi Desbumi di tiga desa baru yang dinilai potensial sebagai kantong pekerja migran.

Tiga desa tersebut yakni Desa Karanganyar Kecamatan Sukoharjo, Desa Jonggolsari Kecamatan Leksono, dan Desa Limbangan Kecamatan Watumalang.

Tri Ananto menjelaskan, salah satu unsur penting dalam pengembangan Desbumi adalah keberadaan Kelompok Pekerja Migran yang beranggotakan PMI purna maupun keluarga PMI yang masih bekerja di luar negeri.

“Sebelum pembentukan kelompok dilakukan, tim telah melaksanakan asesmen melalui pengamatan langsung dan wawancara dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta PMI untuk mengetahui potensi, kebutuhan, dan persoalan yang ada,” jelasnya.

Kegiatan pembentukan kelompok pekerja migran tersebut memiliki beberapa tujuan utama, di antaranya memberikan pemahaman mengenai Desbumi, sosialisasi safeguarding, serta pembentukan kelompok pekerja migran di masing-masing desa.

Adapun hasil yang diharapkan yakni meningkatnya pemahaman peserta mengenai Desbumi, kebijakan anti fraud, Child Protection Policy, dan PSEAH, serta terbentuknya kelompok pekerja migran di desa sasaran.

Kegiatan ini dipandu oleh Tim SARI dan diikuti sebanyak 50 peserta di masing-masing desa, terdiri dari unsur pemerintah desa, BPD, PKK, Karang Taruna, serta PMI dan keluarganya.

Secara teknis, kegiatan tersebut diorganisir oleh Social Analysis and Research Institute atau SARI sebagai pelaksana program di Kabupaten Wonosobo.(Sugito)

Share :

Baca Juga

Daerah

Semarak Pesta Rakyat Sapuran Rayakan Dwi Abad Wonosobo, Camat Targetkan Sapuran “MAPAN”

Daerah

Pemkab Humbahas Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi 2026, Fokus Kesehatan hingga Program 3 Juta Rumah

DKI

AKBP Dr. Netty Rosdiana Siagian Resmi Jadi Dewan Pembina Women Lawyer Club

Daerah

Dandim 0213/Nias Gelar Coffee Morning Bersama Insan Pers dan LSM, Perkuat Sinergitas dan Silahturahmi

Banten

Surat Keputusan Pembekuan Tak Diindahkan, Warga Koang Jaya Terus Alami Dampak Pencemaran Lingkungan

Daerah

Dandim 0213/Nias Berikan Sebuah Buku Kepada Personil Penerangan Kodim 0213/Nias  

Daerah

Rumah Restorative Justice Diresmikan Kejari Inhil , Bupati : Kami Dukung Semua Demi Keadilan Masyarakat

Banten

Wawalkot Maryono: Semua Pelajar Kota Tangerang Bisa Jadi Bagian Perjuangan