Home / Cirebon / Daerah / Ekonomi / Jabar / Metropolitan / Nasional / Regional

Kamis, 5 Maret 2026 - 17:10 WIB

Pastikan Stok Pangan dan BBM Aman Jelang Lebaran, Wali Kota Pantau Pasar, SPBU hingga Pusat Perbelanjaan

IDN Hari Ini, Cirebon – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, meninjau ketersediaan dan distribusi barang kebutuhan pokok serta komoditas penting lainnya pada Kamis (5/3/2026). Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi menghadapi lonjakan permintaan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.

Bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan Bank Indonesia, Bulog, serta kepala perangkat daerah terkait, rombongan menyisir sejumlah titik strategis. Pemantauan dimulai dari Pasar Jagasatru untuk mengecek harga pangan, dilanjutkan pengecekan kualitas serta takaran BBM di SPBU Jl. Bypass dan pusat perbelanjaan Yogya Junction.

Di Pasar Jagasatru , Wali Kota berdialog langsung dengan para pedagang untuk memetakan dinamika harga. Ia mengakui ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga karena kendala distribusi dari daerah asal. Komoditas yang menjadi perhatian utama di antaranya adalah cabai dan telur, yang mulai merangkak naik dalam tiga hari terakhir.

“Alhamdulillah, hari ini saya bersama Forkopimda lengkap, ada Kapolres, Dandim, Kejari, juga dari BI dan Bulog. Hasil pantauan di Jagasatru, memang ada kenaikan pada komoditas sayuran seperti cabai karena pasokan dari sumbernya agak sulit. Selain itu, telur puyuh juga naik dan stoknya agak terbatas di pasar saat ini,” ujarnya.

Mengenai stok pangan secara keseluruhan, Wali Kota memastikan bahwa masyarakat tidak perlu panik. Meski ada fluktuasi harga pada jenis telur tertentu, stok daging ayam dan beras terpantau masih sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan warga Kota Cirebon selama masa Ramadan dan Idulfitri.

Senada dengan temuan lapangan, Jejen, salah satu pedagang di Pasar Jagasatru, mengungkapkan bahwa kenaikan harga cabai terjadi cukup signifikan.

“Baru sekitar dua hari ini harga naik. Terutama cabai rawit merah, sekarang tembus Rp100 ribu per kilogram, padahal sebelumnya masih di angka Rp80 ribu. Pembeli ya ada yang mengeluh, tapi karena butuh tetap dibeli meski dikurangi jumlahnya,” tutur Jejen saat ditemui di lapaknya.

Menyikapi kenaikan harga tersebut, Pemkot Cirebon telah menyiapkan skema Gerakan Pangan Murah (GPM) yang akan digelar secara masif. Program kolaborasi antara Pemkot, Kepolisian, BI, dan Bulog ini direncanakan berlangsung hingga H-2 masa angkutan Lebaran guna menjaga daya beli masyarakat tetap stabil.

Tak hanya soal urusan dapur, rombongan juga meninjau ke salah satu SPBU yang ada di Jalan Bypass untuk memastikan kesiapan layanan bagi para pemudik. Di lokasi ini, dilakukan pengujian tera terhadap pompa bahan bakar untuk memastikan tidak ada kecurangan takaran. Wali Kota melihat langsung proses uji petik pada Pertalite dan Pertamax.

“Untuk BBM, tadi sudah diuji. Hasilnya masih jauh di bawah ambang batas toleransi, yakni di angka 30 mililiter dan 50 mililiter. Semua pompa sudah ditera dan dinyatakan aman. Kami siap melayani para pemudik yang akan melintasi Kota Cirebon,” tegasnya menutup rangkaian monitoring. (Nr)

Share :

Baca Juga

Banten

Kisruh Penerbitan SHM Desa Gembong-Balaraja, Kantor ATR/BPN Kabupaten Tangerang Digugat Rp. 1 Miliar

Cirebon

Polresta Cirebon Gelar Apel Siaga dan Penyekatan Jalur Pengamanan Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI

Cirebon

Kapolresta Cirebon Pimpin Pengecekan Polsek Pabuaran dan Polsek Waled

Daerah

Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) Calon Rektor Universitas Wiralodra untuk masa bakti 2026-2030.

Daerah

Pameran Karya Rupa Lukisan Seniman Tulungagung Dalam Parade Dasawarsa Orkestanam

Daerah

Padamnya PLN Dan Sinyal Internet di Pulau Nias Hilang, Aliansi Masyarakat Peduli Pembangunan Nias AMP Minta Segera Dipulihkan

Cirebon

Satresnarkoba Polresta Cirebon Amankan Pengedar Sabu-Sabu

Cirebon

Ciptakan Situasi Kondusif, Polsek Gunung Jati Polres Cirebon Kota Gencar Operasi Miras