Beranda / Uncategorized / Emrus Sihombing: Jokowi Jangan Goyang  Undang Putin di KTT G20

Emrus Sihombing: Jokowi Jangan Goyang  Undang Putin di KTT G20

IDN Hari Ini, Jakarta – Presiden Joko Widodo diminta tidak goyang terhadap negara-negara yang menolak hadir dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 jika Indonesia mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin pada acara yang akan digelar di Bali itu.

Pakar komunikasi Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing memandang, Presiden Jokowi memang seharusnya mengundang Putin. Sebagai tuan rumah, Indonesia harus memberlakukan semua anggota G20 sama rata, tanpa terkecuali  Rusia.

Baca Juga  Pinjaman Rp75 Miliar Pemkab Nias Utara Jadi Sorotan, LSM LP-KPK Resmi Laporkan ke KPK

“Indonesia sebagai penyelenggara KTT G20, saya kira kewajiban untuk mengundang semua anggota. Karena itu normatifnya kan siapapun penyelenggara KTT G20 dan setiap anggota G20 saya pikir secara moral wajib hadir,” ujar Emrus ketika berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (29/3).

Dia menegaskan, Indonesia wajib mengundang seluruh anggota KTT G20 terlepas dari manuver Rusia dalam operasi militer di Ukraina.

Baca Juga  Bupati Indramayu Serahkan SK CPNS, Lucky Hakim: ASN Harus Mengabdi untuk Masyarakat

“Pemerintah Indonesia harus mengundang, bukan persoalan karena Rusia berkonflik atau tidak berkonflik dengan Ukraina bukan di situ. Tetapi diundangnya dia, adalah sebagai anggota G20 karena itu suatu hal yang normal yang dilakukan siapapun dalam penyelenggaraan G20,” terangnya.

Dalam kebingungan karena ramainya penolakan negara Barat pada rencana undangan untuk Putin, Emrus mengingatkan, Jokowi sebagai kader partai politik yang mewarisi trah Proklamator Soekarno bisa kembali mengamalkan nila-nilai non blok yang pernah membuat Indonesia disegani dunia.

Baca Juga  Resah Akibat Debu Pembangunan Jembatan La'uri Membawa Dampak Kepada Masyarakat,"Kontraktor Abai.!!

“Pak Jokowi harus menunjukkan bahwa dia adalah adab ideologi daripada Bung Karno. Bukankah Bung Karno bertindak seperti itu (non blok) dalam relasi internasional,” pungkasnya.(IDN )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Contact Us