IDN Hari Ini, Jakarta – Gerakan Mahasiswa Hukum (GEMAH) menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta pada Jumat siang. Ratusan mahasiswa berkumpul untuk menyuarakan tuntutan mereka agar DPRD segera mencopot Muhammad Idris, anggota DPRD DKI Jakarta, dan Junaedi, Bupati Kepulauan Seribu.
Aksi ini digelar menyusul adanya dugaan keterlibatan kedua pejabat tersebut dalam kasus kepemilikan dan penjualan ilegal tiga pulau di wilayah Kelurahan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu. Pulau-pulau yang terlibat dalam kasus ini dilaporkan dijual tanpa melalui proses yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan, yang memicu protes keras dari masyarakat dan aktivis lingkungan.
Salah satu orator GEMAH dalam aksi tersebut menyampaikan, “Kami menuntut transparansi penuh dan tindakan tegas dari DPRD. Kasus ini menunjukkan adanya penyalahgunaan wewenang, dan kami tidak akan tinggal diam.”
Selain itu, GEMAH juga meminta agar proses hukum berjalan secara cepat dan adil. Mereka khawatir kasus ini akan menambah daftar panjang pelanggaran yang tidak diselesaikan dengan tuntas di wilayah DKI Jakarta dan Kepulauan Seribu.
Aksi unjuk rasa ini sempat menyebabkan kemacetan di sekitar gedung DPRD DKI Jakarta, namun situasi tetap terkendali di bawah pengawasan aparat kepolisian. Hingga berita ini diturunkan, DPRD DKI Jakarta belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan tersebut.
Kasus kepemilikan dan penjualan pulau-pulau di Kepulauan Seribu ini telah menyedot perhatian publik karena dianggap merusak lingkungan dan mengancam kehidupan masyarakat setempat. GEMAH menegaskan akan terus melakukan aksi hingga tuntutan mereka dipenuhi. (Red)









