Home / Uncategorized

Selasa, 3 Juni 2025 - 12:38 WIB

Maskapai Super Air Jet Diduga Abaikan Kewajiban Penanganan Darurat, Balita Meninggal di Dalam Pesawat

IDN Hari Ini, Silangit – Insiden memilukan menimpa seorang bayi berusia enam bulan dalam penerbangan Super Air Jet dengan nomor penerbangan IU 956 rute Jakarta–Silangit, pada Sabtu, 20 April 2025. Bayi malang tersebut dinyatakan meninggal dunia sesaat setelah pesawat mendarat di Bandara Silangit, Sumatera Utara.

Dalam pernyataan tertulis kepada media, orang tua korban menyatakan bahwa anak mereka berada dalam kondisi sehat sejak proses check-in hingga naik ke pesawat sekitar pukul 07.20 WIB. Namun, kondisi berubah drastis menjelang pendaratan.

“Anak kami baik-baik saja di ruang tunggu sampai naik ke pesawat. Namun saat pesawat menukik tajam menjelang mendarat di Silangit, anak kami tidak lagi menunjukkan tanda-tanda bernapas. Awalnya kami kira ia hanya tertidur. Tapi saat pesawat sudah landing, tubuhnya sudah kaku dan bibirnya hitam,” ujar orang tua korban.

Setelah pesawat mendarat, keluarga langsung meminta bantuan pihak bandara dan membawa bayi ke Klinik Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Silangit. Petugas medis menyatakan bahwa bayi telah meninggal dunia sebelum sempat diberikan pertolongan lebih lanjut.

Dokumen resmi dari Kementerian Kesehatan melalui Balai Besar KKP Medan dengan nomor surat UM01.05/1/60/2025, menyebutkan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan tanda-tanda kematian seperti akral dingin, nadi tidak teraba, dada tidak bergerak, serta bayi tidak menangis.

Karena keterbatasan fasilitas medis di bandara, jenazah bayi kemudian dirujuk ke RS Santa Lucia menggunakan ambulans. Namun, pihak rumah sakit menyatakan bayi telah meninggal cukup lama sebelum tiba.

Keluarga korban menyesalkan tidak adanya tindakan darurat dari kru kabin Super Air Jet selama penerbangan. Menurut mereka, tidak ada upaya resusitasi, tidak ada oksigen, bahkan tidak terlihat prosedur darurat dijalankan sebagaimana mestinya.

“Kami berasumsi bahwa kru kabin tidak melakukan pertolongan pertama yang semestinya. Tidak ada oksigen, tidak ada resusitasi. Ini kelalaian yang bisa merenggut nyawa siapa pun,” ungkap orang tua korban.

Keheningan pihak maskapai memicu kritik dari publik dan memunculkan desakan agar ada investigasi menyeluruh terhadap standar operasional darurat maskapai tersebut.

Keluarga korban berharap agar insiden serupa tidak terulang kembali dan meminta pertanggungjawaban dari pihak maskapai. Mereka juga mendesak pemerintah untuk mengevaluasi prosedur penanganan medis darurat di dalam kabin, terutama bagi penumpang rentan seperti bayi dan anak-anak.

Pakar keselamatan penerbangan menilai bahwa insiden ini perlu ditindaklanjuti secara serius oleh Kementerian Perhubungan dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Penyelidikan diperlukan guna memastikan apakah terjadi pelanggaran terhadap prosedur keselamatan penerbangan dan pelayanan penumpang.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Super Air Jet belum memberikan keterangan resmi atau permintaan maaf atas kejadian tersebut. (T-Red)

Share :

Baca Juga

Daerah

Rutan Humbahas Melakukan Razia Insidentil, Guna Mencegah Peredaran Barang Terlarang

Daerah

Rapat Koordinasi Dan Evaluasi Pelaksanaan Detekdisi Dini Preventif Dan Respon Penyakit DiTingkat Kabupaten Humbahas

Daerah

Parade Marching Band Dalam Rangka HUT KE-20 Kabupaten Humbahas

Uncategorized

Leovegas Casino ᐈ Tarjoaa Sinulle? 100% Bonus 100 Asti Casinoto

Uncategorized

1xBet download Android, iOS 1xBet app bd 1xBet apk mobil

Uncategorized

Milad FOSIMTA Ke-27, Sachrudin Wakil Walikota Tangerang Buka Lomba Sholawat

Cirebon

Polsek Ciwaringin Polresta Cirebon Amankan 4 Pelaku Curas

Cirebon

Wali Kota Tinjau Penataan Kabel Telekomunikasi, Prioritaskan Keamanan dan Estetika Kota