Home / Tangerang Raya

Selasa, 7 Desember 2021 - 09:37 WIB

Masyarakat Mengeluh, Diduga Proyek Rehabilitasi Jalan Kelurahan Koang Jaya Pakai Kastin Bekas dan Asal Jadi.

Tangerang,. Suara RepublikNews.com –  Proyek Rehabilitasi Trotoar di kelurahan Koang jaya yang di rekomendasi PUPR kota Tangerang ke PT. Andara Rahayu Perkasa di duga tidak sesuai dengan Spek nya, di karenakan memakai material ( Kastin ) bekas, Senin 06/12/2021.

Proyek Rehabilitasi Peningkatan Trotoar GOR Koang Jaya yang menelan anggaran APBD Rp. 199.055.000.00 tepat berada di depan kantor Lurah kelurahan Koang jaya Jl. Sangego Boulevard selatan kec. Karawaci kota Tangerang.

Dari hasil pantauan awak media (Suara Republik, News) di lapangan terlihat hampir semua Kastin ini bekas dan rusak.

Ketika di konfirmasi awak media, seorang pekerja mengatakan silahkan konfirmasi kepada pemborong nya saja. Tanpa menyebutkan namanya.

” Silahkan di konfirmasi ke bos atau pemborong aja bg, saya gak paham katanya “.

Masyarakat yang berada disekitar juga mengeluhkan pekerjaan proyek ini, proyek yang di biayai dari anggaran APBD kota Tangerang.

Anggaran APBD bersumber dari pajak  masyarakat, tapi kenapa pihak PUPR membiarkan Pemborong dari PT. Andara Rahayu memasang atau memakai Kastin bekas.

(Ifhamholid/Team)

.

Share :

Baca Juga

Banten

Sidang Pemeriksaan Setempat Terkait Gugatan Ganti Rugi Pengadaan Tanah Jalan Looping Benda, Terungkap Fakta Intimidasi Panitia Terhadap Warga Yang Terkena Dampak

Banten

Sidang Penetapan Consignatie Nomor 28/Pdt.P.Cons/2023/PN Tng, Terpaksa Ditunda oleh Majelis Hakim

Budaya

Serah Terima Kunci dan Isi Perabot Rumah, Hangatkan Hati Ibu Nanih Dalam Program Bedah Rumah

Banten

Hujan Ringan dan Angin Puting Beliung Rusak 3 Rumah di Kota Tangerang

Banten

Sidang Mafia Tanah di PN Tangerang: Kesaksian Perangkat Desa Cangkudu Buka “Kotak Pandora” 

Banten

Proyek Peningkatan Jalan Rasuna Sa’id – Pinang Picu Kemacetan Parah, Warga dan Pengguna Jalan Keluhkan Dampaknya

Banten

Dituding Abaikan Warga RW 08, Pemkot Tangerang Berpotensi Menuai Kontroversi Atas Program Pembangunan

Banten

Mantan Kades Gembong Ahmad Hudori, Cabut Surat Keterangan Terkait Skandal Mafia Tanah