Home / Daerah / Infografis / Metropolitan / Nasional / Nias / Regional / Sumut

Senin, 11 Maret 2024 - 16:31 WIB

Pelaku Usaha Kayu Di Duga Ilegal Inisial PZ Sebut Kasat Reskrim Polres Nias, untuk meloloskan Penyemberangan Di Pelabuhan Gunungaitol

IDN Hari Ini, Gunungsitoli –  Berkelit dengan berbagai segala alasan, toke kayu illegal logging “Penataran Zebua” tak bisa tunjukkan bukti izin usaha yang dijalankannya sampai saat ini dan legalitas kelengkapan data usaha yang ia jalankan, Sabtu (09/03/2024).

Tetap dengan pendirian nya, Penataran Zebua mengatakan memiliki dokumen izin sah dari Dinas UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah XVI Gunungsitoli mengelola penebangan kayu hutan liar maupun hasil kebun masyarakat dari tukang Senso di Kabupaten Nias Utara untuk di ekspor keluar Pulau Nias,” katanya kepada media.

“Terkait kayu didapatkannya dari para pekerja Senso hasil hutan lindung dan kebun milik masyarakat ada izin sah, lalu menjualnya keluar Pulau Nias ke Sibolga, Medan dan tempat lainya, melansir ke pengusaha panglong hal ini diperbolehkan Kasat Reskrim Polres Nias karena sudah ada surat sah, ungkap Penataran Zebua.

Sementara itu, berbagai sumber yang didapat media dilapangan, mengatakan, Penataran Zebua toke kayu illegal logging tidak memiliki izin sah dari pihak kehutanan, tetapi kebal hukum dia itu mantan anggota DPRD Kabupaten Nias Utara, sudah lama dia jadi toke kayu illegal, jenis tumusi dan kayu jenis larangan lainnya, bahanya diambil dari hutan lindung dijual ke panglong keluar Pulau Nias,” kata sumber yan tidak mau ditulis namanya di berita ini.

Baca Juga  Danrem 133/NW Terima Audensi Dari Direktur Universitas Terbuka (UT) Gorontalo

Sesuai Informasi yang diperoleh media dilapangan dikonfirmasi Penataran Zebua melalui WhatsApp menantang awak media untuk bertemu di suatu tempat membicarakan surat izin yang dimaksudnya, setelah ditemui Penataran Zebua hanya menyampaikan secara lisan memiliki dokumen sah dari Dinas Kehutanan tidak berani memperlihatkan dokumen tersebut.

”Saya tidak takut dengan yang mencoba menghalangi bisnis saya ini termasuk Polisi bahkan siapa pun pangkat tertinggi nya sebab saya punya izin sah dari Dinas Kehutanan, saya ngak takut, “Saya juga lembaga hukum sambil memperlihatkan Kartu Tanda Anggota (KTA) dari salah satu Kantor LBH terkenal kepada awak media.

Didapatkan juga dari Nara Sumber, Penataran Zebua ini diduga memberi setoran kepada oknum terkait untuk melancarkan usahanya lolos tanpa kendala. Kepada pihak Kepolisian pun Penataran Zebua tak takut, mungkin toke kayu ini bisa dikatakan sebagai mafia kayu sehingga Penataran Zebua bebas lalu lalang menjalankan usaha kayu ilegal miliknya,” ucap sumber.

Baca Juga  Memonitoring Implementasi Transisi PAUD-SD Bunda Paud Kunjungi SD173385 Dolok Sanggul

Lalu pengusaha kayu itu meminta kepada beberapa media agar bisnisnya tersebut tidak ditayangkan dalam pemberitaan untuk sekedar uang rokok diberikan. Penataran Zebua minta beberapa awak media yang menemuinya untuk kerjasama dan berkolaborasi dalam usahanya mendirikan sebuah LSM siap menjadi anggota LSM memfasilitasi segala biaya Kantor dan kepentingan lainnya,” usul Penataran Zebua.

Tempat berbeda dikonfirmasi Kepala Dinas UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah XVI Gunungsitoli, Fa’atulo Zamili melalui WhatsApp menyampaikan sedang Tugas Luar Pak

silahkan Koordinasi sama Ibu Wetiani Lase/Kasi Perlindungan Hutan UPTD KPH Gunungsitoli sembari memberikan beberapa nomor telpon yang bisa dihubungi.

Salah satu nomor pegawai yang diberikan Kepala UPT Kehutanan tersambung bersedia ditemui oleh awak media, menerangkan bahwa dokumen atas nama yang dimaksud tidak pernah mengurus izin dari Dinas Kehutanan untuk pengolahan kayu hutan untuk di ekspor keluar Pulau Nias.

“Dulu Penataran Zebua memang toke kayu hanya izin perkebunan masyarakat itu sudah lama tidak pernah lagi diurus kembali dokumennya, jelasnya sambil mengatakan tidak mau dijelaskan indentitas dalam berita ini,” ucapnya.

Baca Juga  Dugaan Kuat Reshuffle Kabinet Hari Ini Menguat

Sebagaimana informasi sebelumnya satu unit mobil truk Mitsubishi Colt Diesel Nopol BB 9385 FP ditemukan sedang muat kayu jenis Tumusi diduga hasil illegal logging di Jalan Yos Sudarso, Desa Ombolata Ulu, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli Team Unit Operasional (Opsnal) Satuan Reserse Kriminal Polres Nias mendatangi lokasi, Kamis (28/02/2024), sekitar pukul 23:15 wib malam.

“Tim Opsnal Polres Nias, menyampaikan kepada wartawan dilapangan informasi truk tersebut diduga bermuatan kayu hasil hutan liar, setelah mendapat informasi dari beberapa LSM, bahwa ada pengangkutan kayu olahan hendak menyeberang dari Pelabuhan Angin Gunungsitoli menuju Pelabuhan Sibolga tepatnya di Gang Bersama jalan Yos Sudarso sedang muat,” ucap team Polres Nias.

Terkait Kasat Reskrim Polres Nias disebut-sebut Penataran Zebua pemilik kayu ilegal belum dapat di konfirmasi, awak media ini berusaha secepatnya menghubungi Kasat.(SG)

Share :

Baca Juga

Daerah

Pemkab Humbahas Usulkan 22.169 ha Untuk Inventarisasi Dan Verifikasi

Nasional

Emrus: Apresiasi Program Polri Bidang Kesehatan. Ke Depan Butuh Fakultas Kedokteran?

Daerah

Yusman Dan Yostinus Resmi Daftar di Partai PKN Gununsitoli Sebagai Bakal Calon Wali kota dan Wakil Wali kota Gunungsitoli 2024-2029

Nias

Oknum Kades sifaoro’asi uluhou, halangi Profesi Wartawan,Disertai pengancaman Polres Nias Layangkan SP2HP Kepada Korban

Cirebon

Cooling System Jelang Pemilu 2024, Kapolresta Cirebon Ajak Warga Jaga Kondusivitas 

Cirebon

Sinergi Bhabinkamtibmas Sambang Desa, Bhabinkamtibnas Ajak Warga Jaga Kamtibmas

Banten

PEPARPROV (Pekan Olahraga Paralimpic) Provinsi Banten Kurang Mendapatkan Perhatian

Metropolitan

Ini Aturan Main Polisi Hapus Data STNK Jika Telat Pajak 2 Tahun

Contact Us