Home / Internasional

Minggu, 27 Februari 2022 - 15:43 WIB

Kerahkan Pasukan Tempur Multinasional Forward Presence (eFP ) Nato Ke NegaraTetangga Ukraina

Soldiers of an airborne brigade of the US Army stand at the Adazi Military Base of the Latvian armed forces in Adazi, Latvia on February 25, 2022, upon arrival for their mission to strengthen the NATO enhanced Forward Presence (eFP) multinational battlegroup in the wake of Russia's military aggression of Ukraine. (Photo by Gints Ivuskans / AFP)

Soldiers of an airborne brigade of the US Army stand at the Adazi Military Base of the Latvian armed forces in Adazi, Latvia on February 25, 2022, upon arrival for their mission to strengthen the NATO enhanced Forward Presence (eFP) multinational battlegroup in the wake of Russia's military aggression of Ukraine. (Photo by Gints Ivuskans / AFP)

IDN Hari Ini – Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) akan mengerahkan ribuan pasukan komando ke negara-negara dekat Ukraina. Seperti dilaporkan Reuters, Jumat (25/2/2022), Sekjen NATO mengatakan aliansi juga meningkatkan dukungan senjata ke Kiev dan memperkuat pertahanan di wilayah sekutu.

Stoltenberg mengatakan NATO mengerahkan elemen pasukan respons cepatnya – yang terdiri dari pasukan darat, udara, maritim dan operasi khusus – di wilayah sekutu.

“Sekutu sangat berkomitmen untuk terus memberikan dukungan. Kami sekarang mengerahkan pasukan respons NATO untuk pertama kalinya dalam konteks pertahanan kolektif,” katanya.

Beberapa dari 30 sekutu NATO juga mengumumkan jenis senjata yang akan mereka suplai ke Ukraina, kata Stoltenberg, tanpa memberikan rincian spesifik.

Baca Juga  Jokowi Sandang Gelar Bergengsi Presidensi G20

“Tidak boleh ada ruang untuk salah perhitungan atau kesalahpahaman. Kami akan melakukan apa yang diperlukan untuk melindungi dan mempertahankan setiap sekutu, dan setiap inci wilayah NATO,” ujarnya.

Stoltenberg juga menuduh Rusia berusaha menggulingkan pemerintah Ukraina.

“Kami melihat retorika, pesan-pesan, yang sangat menunjukkan bahwa tujuannya adalah untuk menghapus pemerintah yang terpilih secara demokratis di Kiev,” katanya dalam konferensi pers setelah pertemuan virtual para pemimpin NATO.

Pasukan Respons NATO dapat berjumlah hingga 40.000 tentara, tetapi Stoltenberg mengatakan aliansi itu tidak akan mengerahkan seluruh pasukan. Bagian dari unit ujung tombak, dikenal di NATO sebagai jargon Satuan Tugas Gabungan Kesiapan Sangat Tinggi, yang saat ini dipimpin oleh Prancis, juga akan dikirim.

Baca Juga  Strategi Militer China  Blokade Pelabuhan dan Bandara Taiwan

“Kami akan terus mengambil semua tindakan dan keputusan yang diperlukan untuk memastikan keamanan dan pertahanan semua sekutu,” bunyi pernyataan para pemimpin

Pengumuman itu muncul setelah anggota NATO, mulai dari tetangga Rusia Estonia di utara Ukraina yang dilanda konflik, hingga Bulgaria di pantai Laut Hitam di selatan. Pengumuman memicu konsultasi mendesak pada Kamis tentang keamanan mereka di tengah kekhawatiran dari invasi Rusia.

Baca Juga  Rusia Makin Brutal Gempur Ukraina Timur, 10 Warga Sipil Tewas

“Kami akan melakukan semua pengerahan yang diperlukan untuk memastikan pencegahan dan pertahanan yang kuat dan kredibel di seluruh aliansi, sekarang dan di masa depan,” tambahnya.

Beberapa dari 30 negara anggota NATO memasok senjata, amunisi, dan peralatan lainnya ke Ukraina. Namun NATO sebagai satu organisasi tidak akan melancarkan aksi militer apa pun untuk mendukung Ukraina, yang merupakan mitra dekat tetapi tidak memiliki prospek yang jelas untuk bergabung.( IDN )

Tag: internasional, Invasi Ukraina Rusia, Sanksi Ekonomi, Nato

Share :

Baca Juga

Internasional

 Hubungan Australia dengan China Memburuk

Internasional

Jokowi Sandang Gelar Bergengsi Presidensi G20

Internasional

Putin Frustasi Pertahanan Ukraina Kuat, Gagal Dominasi Udara

Internasional

Bangkai tank Rusia yang Dihajar Rudal Ukraina Berserakan

Internasional

Serangan Bom Guncang Afghanistan Tewaskan Komandan Taliban

Internasional

Rusia Culik Wali Kota Ukraina, Zelensky Telepon Macron

Internasional

Rezim Putin Akan Berahir Serang Ukraina

Internasional

Rusia Hantam Ukraina dengan Rudal Hipersonik  dari Laut Hitam dan Laut Kaspia

Contact Us